id

30 Macam Perangkat Keamanan yang Digunakan di Kapal

30 Jenis Alat Keselamatan Di Kapal

Banyak orang yang sering bertanya tentang berbagai jenis alat keselamatan kapal dan fungsinya. Mengetahui jenis-jenis alat keselamatan kapal serta fungsi-fungsinya sangat penting agar kita dapat menggunakan dan memilih dengan tepat sesuai kebutuhan, terutama dalam industri perkapalan.

Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang beberapa jenis alat keselamatan kapal dan juga fungsinya secara detail agar pemilihan alat keselamatan kapal dapat tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Dan pastinya kami harapkan dengan informasi artikel ini teman-teman tidak salah dalam memilih dan menggunakan alat keselamatan kapal.

30 Jenis Alat Keselamatan Di Kapal

Life Jacket, juga dikenal sebagai Baju Pelampung atau Jaket Pelampung, adalah salah satu alat keselamatan yang sangat penting di kapal. Alat ini berfungsi untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat di laut dengan memberikan bantuan apung kepada penggunanya.

Terdapat beberapa jenis Lifejacket yang umumnya disediakan oleh kapal, seperti Life Jacket Biasa, tipe dengan kerah, dan juga khusus untuk anak-anak. Jenis-jenis ini telah disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya.

Life Jacket Light

Lampu pada jaket pelampung, yang dikenal sebagai Life Jacket Light, memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di industri perkapalan dan pelayaran. Fungsinya adalah untuk menerangi dan menandai lokasi seseorang yang jatuh ke laut saat malam hari. Lampu ini akan berkedip-kedip untuk memberi tahu orang lain bahwa bantuan diperlukan.

Ring Buoy

Life Buoy atau Ring Buoy adalah salah satu jenis alat keselamatan yang sangat penting di kapal. Alat ini memiliki fungsi utama sebagai penyelamat bagi orang-orang yang terjatuh ke dalam air. Life Buoy dirancang khusus dengan kemampuan daya apung dan dilengkapi dengan tape reflektif untuk memantulkan cahaya.

Lifebuoy memiliki warna orange dan tersedia dalam dua ukuran yang umum digunakan di Indonesia, yaitu ukuran sedang dengan berat 2,5 kg dan ukuran besar dengan berat 4,3 kg. Bahan baku yang aman untuk Lifebuoy dan banyak dicari adalah bahan Fiber PVC.

Life Buoy Light

Lampu Ban Pelampung, juga dikenal sebagai Life Buoy Light, adalah salah satu jenis alat keselamatan di kapal. Alat ini dirancang khusus dengan fitur cahaya yang berkedip-kedip saat diaktifkan. Fungsinya adalah untuk memberikan tanda dan memudahkan dalam melihat lokasi yang membutuhkan pertolongan.

Ada dua jenis lampu life buoy light, yaitu yang menggunakan baterai kering dan yang menggunakan air laut. Lampu dengan baterai kering dapat menyala dengan menggunakan baterai biasa, sedangkan lampu dengan air laut dapat menyala saat terkena air laut.

Parachute Signal

Parasut Signal adalah salah satu perangkat keselamatan di kapal yang berperan sebagai penanda darurat. Fungsinya adalah untuk menarik perhatian kapal atau pesawat lain yang sedang lewat. Parasut Signal bekerja dengan cara melepaskan bola api ke udara sejauh 300 meter.

Red Hand Flare

Red Hand Flare adalah salah satu alat keselamatan di kapal yang berfungsi untuk memberikan sinyal kepada kapal lain. Alat ini digunakan untuk menandakan bahwa ada keadaan darurat atau bantuan yang diperlukan di lokasi tersebut. Red Hand Flare bekerja dengan cara memegangnya menggunakan tangan, kemudian akan mengeluarkan cahaya api selama 60 detik.

You might be interested:  Ucapan Selamat Hari Minggu Kristen Terkini

Smoke Signal

Alat keselamatan di kapal yang disebut Smoke Signal berfungsi sebagai penanda darurat untuk menarik perhatian kapal-kapal lain. Alat ini bekerja dengan mengeluarkan asap berwarna orange selama 4 menit, memberi tahu bahwa bantuan diperlukan segera.

30 Jenis Alat Keselamatan Di Kapal

Man Overboard adalah salah satu alat keselamatan di kapal yang sering digunakan bersama dengan ring buoy atau ban pelampung. Fungsinya adalah sebagai penanda jika ada kejadian yang tidak diharapkan, seperti seseorang terjatuh dari kapal. Ketika alat ini aktif, akan mengeluarkan asap berwarna oranye dan lampu kedip-kedip untuk meminta bantuan.

Line Throwing

Alat keselamatan kapal yang dikenal sebagai Line Throwing memiliki fungsi untuk menyelamatkan orang-orang yang berada dalam bahaya di laut. Alat ini bekerja dengan cara melemparkan tali sejauh 230 meter ke arah rakit atau individu yang membutuhkan pertolongan, sehingga mereka dapat ditarik kembali ke kapal. Komponen utama dari alat Line Throwing terdiri dari satu peluncur roket, empat buah roket, dan empat gulungan tali dengan panjang 230 meter per gulungan.

Fireproof Lifeline

Fireproof Lifeline adalah salah satu alat keselamatan kapal yang penting. Fungsinya sebagai bantuan dalam pemadam kebakaran di kapal. Alat ini terbuat dari tali baja yang dilapisi dengan tali manila agar dapat bertahan dari api. Setiap coil fireproof lifeline memiliki panjang sekitar 30-40 meter.

Di ujung tali, terdapat kait yang berguna untuk menghubungkan tali dengan pakaian petugas pemadam kebakaran. Ini memungkinkan mereka untuk saling membantu dalam situasi kebakaran dengan menarik satu sama lain keluar dan menyelamatkan nyawa.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang harga dan melakukan pemesanan, silakan hubungi tim marketing kami di nomor (021) 691-9595 atau melalui layanan Whatsapp Chat dengan mengeklik tombol yang tersedia di bawah ini.

Daftar Perlengkapan Keselamatan

Alat keselamatan di kapal adalah perlengkapan yang sangat penting untuk melindungi para kru dan penumpang dari bahaya dan kecelakaan saat berada di laut. Ada banyak jenis alat keselamatan yang harus ada di setiap kapal, termasuk helm, sepatu keselamatan, kacamata pelindung, sarung tangan pelindung, earplug atau penutup telinga, masker respirator, serta pakaian pelindung atau baju anti radiasi/apd.

Helm adalah salah satu alat keselamatan terpenting karena melindungi kepala dari benturan keras. Sepatu keselamatan juga penting untuk melindungi kaki dari cedera akibat benda tajam atau jatuhnya barang berat. Kacamata pelindung digunakan untuk melindungi mata dari percikan air laut atau partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak mata.

Sarung tangan pelindung berguna untuk menghindari luka pada tangan saat melakukan pekerjaan kasar seperti mengangkat beban berat atau memegang benda-benda panas. Earplug atau penutup telinga membantu mencegah kerusakan pendengaran akibat suara keras seperti mesin kapal yang berisik. Masker respirator digunakan ketika terjadi kebakaran atau insiden kimia agar pernapasan tetap aman.

Terakhir, pakaian pelindung seperti baju anti radiasi/apd diperlukan dalam situasi darurat seperti kebocoran nuklir agar tubuh tidak terpapar zat-zat berbahaya. Semua alat keselamatan ini harus selalu tersedia dan dalam kondisi baik di kapal, sehingga para kru dan penumpang dapat bekerja atau berlayar dengan aman.

You might be interested:  Kesamaan Bunyi Kalimat dalam Pu Dikenal

Komponen apa yang ada di life jacket?

Berikut adalah daftar 30 jenis alat keselamatan di kapal:

1. Life jacket: Jaket pelampung yang dilengkapi dengan aksesoris seperti peluit, lampu, dan stiker pantul cahaya.

2. Peluit: Digunakan untuk memberikan sinyal darurat atau panggilan pertolongan.

3. Lampu isyarat: Digunakan untuk memberikan tanda visual pada malam hari atau dalam kondisi visibilitas rendah.

4. Stiker pantul cahaya: Memantulkan cahaya untuk memudahkan identifikasi lokasi pengguna life jacket.

5. Tabung pemadam api portabel: Digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil di kapal.

6. Alat pernapasan mandiri (APM): Memberikan pasokan udara segar bagi penyelamat saat terjadi kebakaran atau bencana lainnya di kapal.

7. Baju tahan panas dan anti-api: Melindungi tubuh dari suhu tinggi dan api selama evakuasi darurat.

9. Pemancar EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon): Mengirimkan sinyal darurat melalui satelit untuk membantu pencarian dan penyelamatan jika kapal menghadapi bahaya serius seperti tenggelam atau hilang di laut lepas.

10. Senter kepala (headlamp): Lampu penerangan yang dipakai di kepala agar tangan bebas saat melakukan evakuasi gelap-gelapan atau dalam kondisi minim pencahayaan.

11-20:

11. Lifebuoy: Lingkaran pelampung yang dilemparkan ke air untuk memberikan bantuan kepada orang yang jatuh atau terjatuh dari kapal.

12. Jangkar darurat: Digunakan untuk menghentikan pergerakan kapal saat terjadi masalah teknis atau cuaca buruk.

13. Baju tahan api (fire suit): Melindungi tubuh dari suhu tinggi dan api selama pemadaman kebakaran di kapal.

15. Pemadam kebakaran otomatis (automatic fire extinguisher): Sistem pemadam api yang secara otomatis melepaskan bahan kimia pemadam ketika mendeteksi suhu tinggi atau asap di area tertentu di kapal.

16. Tangga evakuasi: Tangga khusus yang digunakan saat evakuasi darurat dari dek atas menuju perahu penyelamat atau rakit penyelamat.

17. Perahu penyelamat (lifeboat): Kapal kecil yang dirancang khusus untuk menyimpan dan mengangkut penumpang serta awak kapal jika harus meninggalkan kapal utama dalam kondisi darurat.

18. Rakit penyelamat (liferaft): Terbuat dari material tahan air dan dilengkapi dengan perlengkapan bertahan hidup seperti makanan, minuman, obat-obatan, dan sinyal isyarat bagi mereka yang harus bertahan di laut setelah meninggalkan kapal utama.

19. Tali pengaman (safety harness): Digunakan untuk mengikat diri pada kapal agar tidak terjatuh saat berada di dek atau dalam kondisi cuaca buruk.

20. Alat pemadam kebakaran tetap (fixed fire extinguisher): Pemadam api yang dipasang secara permanen di beberapa area strategis di kapal.

21-30:

21. Helm keselamatan: Melindungi kepala dari benturan keras selama evakuasi darurat atau saat bekerja di atas kapal.

22. Sarung tangan tahan panas: Melindungi tangan dari suhu tinggi dan benda-benda panas selama pemadaman kebakaran atau penanganan bahan kimia berbahaya.

23. Sepatu keselamatan: Memberikan perlindungan bagi kaki dan jari-jari kaki dari cedera akibat benda jatuh, gesekan, atau bahaya lainnya di atas kapal.

25. Kacamata pelindung: Melindungi mata dari percikan air laut, debu, serpihan logam, dan bahaya lainnya selama evakuasi darurat atau pekerjaan di atas kapal.

You might be interested:  Ucapan Selamat atas Prestasi dalam Bahasa Arab

26. Rompi reflektif (reflective vest): Memiliki material reflektif yang memudahkan identifikasi penyelamat dalam kondisi gelap-gelapan atau visibilitas rendah.

27. Tali pengaman pantai (shore safety line): Digunakan untuk menghubungkan diri dengan dermaga ketika melakukan perbaikan teknis atau pembersihan bagian bawah kapal.

28. Alat pemadam kebakaran CO2 (CO2 fire extinguisher): Tabung pemadam api yang menggunakan karbon dioksida untuk memadamkan api dengan cepat dan efektif.

29. Pemancar AIS (Automatic Identification System): Mengirimkan informasi identifikasi kapal, posisi, dan statusnya kepada kapal lain atau pihak berwenang untuk tujuan navigasi dan keselamatan laut.

30. Sistem deteksi asap: Sensor yang mendeteksi adanya asap di dalam ruangan atau area tertentu di kapal sehingga dapat memberikan peringatan dini tentang kemungkinan terjadinya kebakaran.

Itulah 30 jenis alat keselamatan yang umum digunakan di kapal. Setiap alat ini memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal saat menghadapi situasi darurat atau bahaya di laut.

Jumlah alat K3 yang ada adalah berapa?

Helm pengaman K3 adalah salah satu alat keselamatan yang penting di kapal. Helm ini dirancang khusus untuk melindungi kepala dari benturan atau jatuhnya benda berat. Selain helm, ada juga kacamata pengaman yang digunakan untuk melindungi mata dari percikan air laut atau partikel-partikel kecil yang dapat merusak mata. Masker pernapasan juga merupakan alat penting dalam menjaga keselamatan di kapal, terutama saat terjadi kebakaran atau adanya gas berbahaya.

Selanjutnya, sarung tangan K3 dan rompi safety juga menjadi bagian dari alat keselamatan di kapal. Sarung tangan K3 digunakan untuk melindungi tangan dari bahan kimia berbahaya atau panas tinggi saat bekerja dengan mesin-mesin di kapal. Sedangkan rompi safety biasanya dilengkapi dengan strip reflektif agar mudah terlihat oleh orang lain, sehingga meminimalisir risiko kecelakaan.

Sepatu safety juga tidak boleh dilewatkan dalam daftar alat keselamatan di kapal. Sepatu ini memiliki sol anti-slip dan pelindung baja pada ujung sepatu untuk mencegah cedera akibat jatuh atau tertimpa barang-barang berat.

Tidak hanya itu, ada pula alat penutup telinga seperti ear muff dan ear plug yang berguna untuk melindungi pendengaran dari suara keras atau bising yang sering terjadi di lingkungan kerja kapal.

Terakhir, masih banyak lagi item-item lainnya seperti jaket pelampung, sabuk pengaman (harness), serta peralatan penyelamatan seperti life jacket dan lifebuoy yang juga harus ada di kapal. Semua alat keselamatan ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan para awak kapal saat bekerja di laut.

Pengertian EPIRB dan SART

Sama seperti EPIRB, SART juga merupakan peralatan keselamatan kapal yang berfungsi sebagai pelacak. Singkatan dari Search and Rescue Transponder, SART digunakan untuk membantu dalam pencarian dan penyelamatan di laut. Peralatan ini biasanya terpasang di kapal-kapal besar dan memiliki kemampuan untuk mengirimkan sinyal radar yang dapat terdeteksi oleh pesawat atau kapal lain dalam jarak tertentu.

P.S. Menulis bahasa Indonesia untuk Indonesia.